Saudara, tidakkah kita melihat cerminan diri kita pada kisah ini? Bukankah kita telah diselamatkan, diberikan tempat beribadah, diberikan kesempatan menjadi hamba-Nya, diberikan tempat untuk meletakkan kepala, diberikan kecukupan makanan, saudara-saudara, kekurangankah kita!? Tetapi balasan kita adalah gerutu, bersungut-sungut, menghambur-hamburkan uang, waktu kita, tenaga kita, melekat erat dengan dosa—persis dengan apa yang akan dilakukan oleh dunia ini bila keinginannya tidak terpenuhi; persis dengan kelakuan yang sudah mengurat-akar dalam daging; persis dengan kehidupan manusia lama kita! Apa jawab Tuhan? “Mulailah lagi; modalnya masih tetap kuberikan; kasih karunia masih ada.” Akankah kita menolak-Nya sekali lagi? Tidak saudara. Jangan. Sebaliknya singsingkanlah lengan baju kita; hadapilah keserupaan dengan dunia ini dengan segala kejahatannya. Dengan ingatan yang lekat di kepala: sesungguhnya aku ini hina, namun diselamatkan dan diampuni berulang kali. Masakan aku berdosa kembali? Masakan aku tidak berkarya? Sekalipun jangan!
Berperang Melawan Keserupaan dengan Dunia
May 29, 2017