Seperti apa bentuk konkrit menyaksikan siapa Yesus Kristus di tengah marketplace? Jawabannya nanti kita peroleh di ayat 18-31. Namun sampai di sini, kita bisa menyimpulkan 2 hal pertama bagaimana bersaksi ditengah marketplace:
[1] Keprihatinan rohani atas hidup masyarakat;
[2] Keyakinan iman pada Yesus Kristus sebagai solusi sentral.
Kedua aspek tersebut adalah pondasi untuk bersaksi. Insight ketiga dari apa yang Paulus lakukan ketika ia bersaksi. Bersaksi di tengah marketplace menuntut penggunaan rasio dan intelektual. Paulus dialog, tukar pikiran, tanya jawab, beri argumen persuasif dengan komunitas Yahudi dan non-Yahudi tanpa bikin iklan macam-macam. Ayat 17 – Paulus menyampaikan pikirannya tentang Yesus Kristus kepada orang-orang yang pas ada di sinagogue setiap hari selama ia di Atena. Ia utarakan keyakinan imannya akan supremasi Yesus Kristus yang bangkit dari kematian secara rasional. Iman Kristen bukan iman buta, tetapi iman berlandaskan pengetahuan yang dapat divalidasi secara rasio. Tindakan Paulus ini adalah contoh mengasihi Allah dengan pikiran.