b. Mereka tahu dengan tepat bahwa berhala-berhala itu tidak ada dan hanya ada satu Allah saja (ayat 4).
c. Sehingga bagi mereka, memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala adalah sesuatu yang tidak hakiki, bukan hal benar atau salah – netral (ayat 8).
d. Jadi, orang Kristen boleh makan dengan hati nurani yang bebas (ayat 9), karena “segala sesuatu halal [diperbolehkan] bagiku” (1Korintus 6:12;10:23).