Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus…
Kita perlu belajar dari rasul Paulus ketika ia sendiri mengatakan berdasarkan kebebasannya sendiri ia boleh makan atau minum apa pun. Tetapi karena ia tahu ada orang yang menjadi tersandung apabila ia melakukan hal itu, ia lebih suka untuk menyangkal diri terhadap hal yang “diperbolehkan” tersebut. Rasul Paulus bersedia untuk membatasi kebebasannya demi mengasihi mereka yang lemah imannya. Kita pun perlu untuk lebih mengerti mereka. Mereka mungkin sulit untuk mengerti pengetahuan kita, tetapi kita perlu untuk mengerti kelemahan mereka.