Charles Pitts telah menulis sebuah buku berjudul Chaplains in Gray yang mengisahkan tentang seorang Chaplain Konferensi yang bertugas selama peperangan antara States. Sejumlah chaplain adalah orang-orang yang dijuluki “yes men”. Mereka menutup mata terhadap semua perilaku dan kehidupan para sardadu di dalam kamp. Mereka tidak ambil pusing dengan perilaku mabuk-mabukan, berjudi, mengutuk, dan umpatan para sardadu. Sikap kompromi ini hanya bertujuan untuk mendapatkan popularitas dari bawahannya. Namun hal ini tidak berlangsung lama, mereka akhirnya tidak dihargai oleh para sardadu. Akibatnya, mereka harus pulang ke rumah dan kehilangan status sebagai chaplain.
Dosa-dosa Pontius Pilatus
March 29, 2018