Sangat bahaya sekali kalau ada orang yang sudah tidak tahu lagi apa yang dilakukan, apakah itu baik atau jahat, benar atau salah, menguntungkan atau merugikan orang lain, mencelakakan atau menyelamatkan, dan sebagainya. Kalau tidak bisa membedakan, pasti orang itu akan hidup dalam keadaan yang sangat mengerikan. Ia menjadi orang yang tidak sadar dengan apa yang dilakukan. Berbeda dengan orang yang tahu membedakan mana yang benar dan salah, yang kudus dan najis, yang kejam dan penuh belas kasihan, yang dendam dan pengampun, dan sebagainya. Ia akan menjadi orang yang dapat menjalani hidupnya dengan menyenangkan hati Tuhan sekaligus sesamanya. Bukan dalam arti untuk mendapatkan sesuatu atau imbalan. Bukan untuk mengambil keuntungan. Bukan pula untuk “menjilat” seperti pepatah “ada udang di balik batu”. Orang yang menyenangkan Tuhan dan sesama adalah yang benar-benar tahu bagaimana melakukan kebenaran, kejujuran, keadilan, kasih yang tidak memihak, pengampunan, dan sebagainya. Ia semakin mengenal Allah dengan benar: sifat Allah, kehendak Allah, pekerjaan Allah, rencana Allah dalam dirinya, dan sebagainya. Telinganya siap mendengar hikmat Tuhan dan hatinya terbuka untuk menyimpan apa yang didengar. Kemudian ia melakukan kebenaran itu dalam hidupnya sehari-hari, karena sudah mendengar hikmat dan hatinya diubah oleh hikmat. Ia menjadi orang yang diberkati Allah. Amin.
Hai Anakku, Jika …
August 4, 2017