Jadi, janganlah kita terjebak dalam pemahaman bahwa apa yang ada di dalam dunia ini tidak jahat! Marilah kita belajar seperti Raja Salomo. Ia meminta kepada Allah, “Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat” (1 Raja-raja 3:9). Salomo meminta kepada Allah “kepekaan untuk menilai” apa yang ada di dalam dunia ini, khususnya mengenai apa yang baik dan apa yang jahat! Pada saat hati kita mampu memberikan pertimbangan antara yang baik dan jahat, maka di situlah kita mempunyai hati yang bijaksana. Hanya ada satu cara agar kita dapat benar-benar memberikan pertimbangan antara mana yang baik dan yang jahat, yakni selalu berelasi dengan Tuhan melalui kebenaran firman Tuhan. Hati yang bijaksana adalah hati yang selalu berelasi dengan Tuhan. Firman Tuhan menjadi dasar yang kuat untuk menimbang mana yang baik dan yang jahat. Hati yang terus berpaut pada firman-Nya akan semakin bijak dalam menyelesaikan segala perkara. Amin.
Hati yang Paham Menimbang
January 18, 2018