Tuhan Yesus bahkan berkata kepada murid-murid-Nya bahwa selain bencana-bencana tsb, mereka juga akan mengalami berbagai macam penderitaan karena nama-Nya, tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Jadi, kata kuncinya adalah: bertahan, bukan terhindar dari bencana.
Orang jahat dan orang beriman sama-sama beresiko mengalami bencana. Perbedaannya adalah, orang jahat hancur, tetapi orang beriman bertahan, bukan dengan kekuatan sendiri, melainkan karena dipelihara oleh kasih karunia Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus yang telah mati bagi kita. Oleh Dia, bencana dan penderitaan menjadi alat untuk memurnikan kita dan momen untuk mengalami kuasa dan kemuliaan-Nya. Karena itu, apapun yang terjadi, tetaplah bersandar kepada Tuhan.