Tujuan telinga yang mengarah kepada kepandaian adalah “supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan”, yaitu sikap yang mampu memberikan keputusan yang baik, adil, dan benar, yaitu keputusan yang karena kasih karunia Allah saja. Bibir orang yang demikian akan memelihara pengetahuan. Apa yang dikatakan selalu dalam konteks kebenaran yang membangun baik diri sendiri maupun orang lain. Di sini Amsal memberikan konsep yang mendasar, yaitu apa yang didengar akan memengaruhi apa yang disimpan dalam hati dan pikiran; dan apa yang ada dalam hati dan pikiran akan keluar dari mulut untuk dikatakan; dan yang dikatakan akan didengar oleh telinga orang lain … Lingkaran ini tidak pernah berhenti. Oleh karena itu, Amsal menekankan pentingnya telinga yang mendengar kepandaian dan bibir yang memelihara pengetahuan.
Hai Anakku
August 13, 2017