Naomi terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi kepada Rut yang sudah sedemikian kokoh keyakinannya. Ketika mereka tiba di Betlehem kita melihat bahwa Naomi sudah pahit hatinya. Ia menyalahkan Allah atas keadaannya. Salahkah Naomi dalam hal ini? Sulit untuk mengambil kesimpulan, sebab hidupnya benar-benar merana dan seseorang yang sedang merana janganlah diambil hati semua perkataannya. Beberapa penafsir melihat kesamaan hidup Ayub dengan Naomi. Ketika kita dalam kesengsaraan dan kesesakan, berserulah kepada Tuhan saja. Meskipun Naomi dapat dimaklumi, tetapi sekali lagi kita melihat bahwa iman Rut semakin terang benderang. Jauh lebih baik untuk seperti Rut yang bertahan di tengah kesesakan ini dan tetap setia. Rut dengan cepat mengambil posisi sebagai tokoh utama dalam kisah ini dan kita akan melihat perannya di minggu-minggu ke depannya.
Kesetiaan Ruth dan Kesetiaan Allah
June 25, 2017