Mari, kita akan kembali belajar dari firman Tuhan. Kita membuka Mazmur pasal 23 ayat 4. Ini menjadi suatu contoh yang baik bagi kita.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku.
Saudara, kalau kita tidak berhati-hati, satu ayat ini bisa menjebak Saudara dan saya dalam pola pikir yang salah. Mari kita lihat. Saat kita membaca Mazmur 23 ayat 4 ini, kita bisa saja memahaminya seperti ini: sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, Engkau besertaku. Aku jadi tidak takut bahaya sama sekali. Saudara, bener tidak ini? Bener tidak pemahaman ini? Halo? Betul tidak, Saudara? Betul. Tetapi, bisa juga kita memahami ayat tersebut dengan cara pandang yang salah: “Lha kalau Allah menyertai saya, mengapa saya ada di dalam lembah kekelaman? Mengapa saya ada di dalam bahaya?” Saudara bisa menangkap perbedaan kedua pemahaman di atas? Lagi Saudara… ini cara pikir yang benar, “Sekalipun aku hidup di dalam kekelaman, gada-Mu dan tongkat-Mu menjaga dan menghibur aku.” Tapi bisa juga ketika menghadapi masalah, pemahaman kita menjadi seperti ini: “Kalau memang benar ada gada dan tongkat Allah yang menjaga aku, mengapa aku berjalan di dalam kekelaman?”
Joss,pak..
Ini yg saya butuhkan,,pas dgn keadaan saya sekarang. .Terimakasih.
Tuhan pasti memberi kekuatan dan kesehatan lebih utk pak Andi..Amin
Puji Tuhan…..kiranya firman ini jadi berkat kekuatan bagi Om Poey dan keluarga dalam menjalani kehidupan bersama Tuhan Yesus. Gusti berkahi. Amin….