Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Khotbah Natal: Allah Murah Hati, Allah Memberi

Ia meminta SIM dan STNK saya sambil berkata, “Bagaimana ini, Pak?” Harusnya saya menjawab, “Ya Pak, saya salah, silakan ditilang.” Namun, saya terdiam. Sambil memeriksa SIM dan STNK saya, polisi itu bertanya, “Bapak maunya bagaimana?” Saya pun menjawab mantap, “Saya sih maunya dimaafkan sama Bapak.” Polisi itu tersenyum dan mengembalikan SIM dan STNK saya, “Ya Pak. Jangan diulangi lagi. Bapak khan pendeta, pemimpin umat, harus jadi contoh yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *