Ia meminta SIM dan STNK saya sambil berkata, “Bagaimana ini, Pak?” Harusnya saya menjawab, “Ya Pak, saya salah, silakan ditilang.” Namun, saya terdiam. Sambil memeriksa SIM dan STNK saya, polisi itu bertanya, “Bapak maunya bagaimana?” Saya pun menjawab mantap, “Saya sih maunya dimaafkan sama Bapak.” Polisi itu tersenyum dan mengembalikan SIM dan STNK saya, “Ya Pak. Jangan diulangi lagi. Bapak khan pendeta, pemimpin umat, harus jadi contoh yang baik.”
Khotbah Natal: Allah Murah Hati, Allah Memberi
December 10, 2017