Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Lama

Khotbah Natal: Manusia Bertanya, Raja Turun Tahta

Banyak dari kita mungkin tidak berani mengatakan bahwa kita sangat puas, atau sangat tidak puas. Kita cenderung untuk memilih yang sedang-sedang saja. “Yah … tidak terlalu memuaskan, tetapi juga tidak terlalu menyedihkan …. Lumayanlah.” Nah, kata lumayan ini yang menjadi tidak jelas. Ada orang yang mengalami kecelakaan dan patah kaki. Orang bertanya kepadanya, “Bagaimana, parahkah?” “Lumayanlah cuman kaki doang yang patah, bukan leher!” Kalau ternyata meninggal dunia, orang akan berkomentar, “Wah … masih lumayan tuh, … daripada cacat seumur hidup.” Hari ini saya tidak ingin mendengar jawaban lumayan. Saya akan mempertajam pertanyaan menjadi demikian:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *