Sayangnya ia tidak sanggup menerima kejutan itu. Keesokan harinya ia masih masuk sekolah tetapi tidak bisa nyambung, terlihat seperti linglung. Kejutan itu terasa begitu menyakitkan. Berulang kali ia mengatakan bahwa ia tidak dapat menerima bahwa dirinya dituduh mencuri. Kejutan itu membuatnya terguncang dan sulit makan maupun tidur. Kondisinya melemah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Akhirnya, ia meninggal dua minggu kemudian. Kejutan itu merenggut nyawa Maizatul Farhana, dan akibatnya kini giliran rekan-rekan dan wali kelasnyalah yang terkejut sekaligus merasakan penyesalan yang mendalam. Ya, hidup ini memang tidak lepas dari kejutan.
Khotbah Natal: Saat Menyembah, Allah Memberi Arah
December 6, 2017