Giliran terakhir, Charlie datang membawa sebuah kotak yang besar. Ia terlihat kesulitan membawa kotak itu sehingga sang pendeta pun mengulurkan tangan. Ketika menyentuh kotak itu, tangan sang pendeta pun basah oleh cairan yang mengalir di bawah kotak. Sang Pendeta ingat bahwa ayah Charlie adalah penjual anggur impor. Ia pun menjilati telunjuknya yang basah sambil berkata, “Terima kasih untuk Anggur yang lezat ini.”
Khotbah Natal: Tak Pernah Sendiri, Allah Menyertai
December 4, 2017