Khotbah Natal, Khotbah Perjanjian Baru

Khotbah Natal: Tak Pernah Sendiri, Allah Menyertai

Yang kedua adalah pemikiran Yahudi atau orang Israel. Orang Israel mempunyai kenangan tentang kehadiran Allah di tengah bangsa mereka, yang dilambangkan dengan Kemah Allah (Tabernakel) dan bait Allah. Namun, kedua bangunan itu telah musnah. Tidak ada lagi tanda-tanda kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka. Mereka harus hidup dengan pertanyaan: apakah Allah masih mengasihi dan menyertai mereka?

 

Kebenaran yang Melandasi Relasi

Ketika penulis Injil menulis bahwa “Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah …. menjadi manusia, dan diam di antara kita …,” maka hal ini hendak menegaskan bahwa Allah bukan hanya nun jauh di sana. Firman Allah itu menjadi manusia. Allah bukannya tidak berurusan dengan dunia yang jahat ini. Firman Allah menjadi manusia dan masuk dalam sejarah manusia. Firman Allah itu menyatakan kehendak Allah, dan dengan demikian manusia bukan bebas tanpa batas. Firman Allah itu juga hendak menyatakan belarasa Allah bagi manusia. Manusia tak pernah hidup sendiri di dunia ini. Ada Allah yang menyertai, bukan hanya di masa lalu, melainkan juga di masa kini. Inilah yang sering kali diringkas dalam satu kata: Imanuel yang berarti Allah beserta kita, karena Dia peduli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *