Tuhan Allah berkata, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15). Perempuan itu akan melahirkan seorang Anak laki-laki, Dialah yang akan menjadi Mesias, Sang Juru Selamat manusia. Dia datang dengan visi dan misi yang jelas, yakni menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang. Tuhan Yesus berkata, “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45). Jadi, jelas bahwa kelahiran Tuhan Yesus tidak terlepas dari penebusan manusia yang berdosa. Karena tanpa penebusan yang dilakukan Tuhan Yesus, manusia tidak mungkin bisa diselamatkan. Manusia sudah jatuh ke dalam dosa, tidak dapat menyelamatkan dirinya dengan cara apa pun selain anugerah Allah melalui Tuhan Yesus yang menebus manusia. Tak seorang pun dapat membereskan dosanya di hadapan Allah. Semua manusia berdosa menuju kepada maut karena upah dosa ialah maut. Manusia juga tidak bisa mengatakan bahwa melalui perbuatan baiknya ia akan diselamatkan oleh Allah.
Malam Natal
December 24, 2018