Calvin mengatakan bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia sudah berada dalam dosa karena dirinya sudah berdosa. Jadi, tidak mungkin manusia bisa melakukan hal-hal yang tidak berdosa. Penebusan itu melalui Dia yang menyerahkan nyawa-Nya dengan mati di atas kayu salib. Dengan demikian, jelaslah bahwa Natal tidak bisa terlepas dari kayu salib.
Kalau Natal tidak bisa dilepaskan dari kayu salib, sekarang yang menjadi pergumulan kita bersama adalah bagaimana kita merayakan Natal? Sukacita seperti apa dan bagaimana yang kita miliki dalam menyambut Natal? Perayaan apa yang bisa kita adakan untuk memperingati Natal? Jelas bukan dengan hura-hura sekuler, bukan dalam perayaan yang melupakan Bayi Natal yang naik ke atas kayu salib! Sukacita yang kita miliki adalah sukacita sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan dari kebinasaan hidup kita. Dan, sukacita itulah yang seharusnya kita bagikan kepada dunia ini. Sukacita yang menyelamatkan manusia dari kebinasaan itu yang kita demonstrasikan kepada dunia sehingga mereka yang belum mengenal anugerah keselamatan itu bisa melihat dan percaya kepada Tuhan Yesus. Amin.