Pada saat manusia menyadari bahwa mereka telah jatuh dalam dosa, mereka mau mengatasi dosa mereka dengan usaha melakukan suatu perbuatan. “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang, lalu mereka menyemat daun pohon ara dan
membuat cawat” (ayat 7). Namun usaha ini adalah sia-sia. Usaha ini seperti yang dilakukan orang-orang beragama di dunia ini. Mau mengatasi dosa dengan perbuatan “baiknya”. Dosa hanya dapat diatasi dengan cara Allah. Dalam Kejadian 3:21 Alkitab mencatat, “Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya, lalu mengenakannya kepada mereka.” Ini merupakan gambaran bahwa untuk mengatasi dosa harus ada yang dikorbankan. Dan pengorbanan sejati yang menyelamatkan adalah pengorbanan dari sang Anak Domba, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ia mati dikayu salib untuk menanggung hukuman atas dosa-dosa orang percaya. Ia membebaskan kita dari perbudakan dosa.
Mewaspadai Tipu Muslihat Iblis
February 7, 2019