Pernahkah Anda menonton tim sepak bola kesayangan Anda bertanding? Apa yang terjadi ketika tim kesayangan kita menang? Kita ikut bergembira, bukan? Kemenangan tim itu menjadi kemenangan kita juga. Hal itu bukan karena kita ikut bermain, melainkan karena kemenangan tim itu terasa “melimpah” pada diri kita.
Paska—kemenangan Kristus atas maut (ketakutan manusia yang terbesar)—menjadi kemenangan kita dan diberikan kepada kita karena iman percaya kita kepada Kristus. Kita memiliki dan dimiliki oleh Kritus. Kemenangan-Nya juga adalah kemenangan kita. Kemenangan Kristus adalah dasar kemenangan yang akan kita raih. Di bagian lain, Paulus menegaskan hal ini, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita” (Roma 8:37).
Mewujudnyatakan Kemenangan Kristus
Jika kita lebih dari orang-orang yang menang oleh kemenangan Yesus Kristus, bagaimana seharusnya kita menjalani kehidupan ini? Paulus menegaskan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!” (1 Korintus 15:58). Rangkaian kata-kata yang mengajak kita untuk mengambil sikap: berdirilah teguh dan jangan goyah. Artinya, bersiaplah untuk menghadapi segala tantangan yang ada di hadapan kita. Hidup tidak akan menjadi lebih mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah. Kita tidak berjuang untuk meraih kemenangan. Kita berjuang berlandaskan kemenangan yang telah dianugerahkan Yesus Kristus kepada kita.