Doa Nehemia ini menunjukkan bahwa Firman Tuhan benar-benar menjadi bagian yang menguasai seluruh hidupnya. Hal ini menunjukkan bahwa Nehemia adalah orang yang terus menjaga persekutuan pribadinya dengan Allah setiap saat, walaupun dia di pembuangan. Hidup dalam pembuangan berarti sebenarnya dia tidak dapat beribadah (menurut kacamata orang Yahudi) sebagaimana seharusnya, karena ibadah yang seharusnya harus disertai dengan korban-korban dan dilakukan di Yerusalem, di Bait Allah. Tetapi ternyata Nehemia tidak pernah kehilangan persekutuannya dengan Tuhan. Dan persekutuan dengan Allah yang terjaga dengan baik membuat Nehemia dapat mengambil sikap yang benar terhadap Tuhan, yaitu dengan memohon belas kasihan dan kekuatan dari Tuhan (Neh 1:11). Hal yang sama yang juga kita jumpai dalam cerita Daniel. Sama-sama dalam pembuangan, tetapi Nehemia dan Daniel tidak pernah kehilangan persekutuan mereka dengan Allah.
Nehemia: Peka akan Kehendak Allah
February 21, 2022