Sejak zaman dahulu kuda identik dengan keperkasaan. Tidak ada peperangan yang tidak melibatkan kuda. Menunggangi kuda memasuki medan pepeperangan adalah jaminan kemenangan. Namun, Amsal hari ini menegaskan hal yang berbeda, “Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN” (Amsal 21:31).
Amsal ini mengajarkan bahwa manusia bisa saja memperlengkapi diri dengan segala hal untuk meraih kemenangan dalam peperangan. Namun, jika Tuhan tidak berkehendak, maka tidak ada satu pun kemenangan yang akan terjadi. Ada faktor kehendak Tuhan yang ingin ditegaskan oleh penulis Amsal di bagian ini. Kemenangan atau keberhasilan hidup ternyata bergantung pada dua hal: persiapan manusia dan kehendak Tuhan.