Saudara, ingatlah bahwa kita adalah seperti uap. Siapakah yang tahu apa yang terjadi esok? Apakah artinya semua kemampuan kita bila hari esok tidak kita ketahui? Siapakah yang dapat menjamin semuanya dapat berjalan sesuai rencana? Tidak ada. Karena itu Ia menghendaki kita menyerahkan semua perencanaan kita ke dalam kehendak-Nya yang sempurna itu. Meletakkan optimisme kosong kita akan masa depan ke dalam kehendak Tuhan. Tidak bergantung akan kemampuan kita, namun kepada kedaulatan Tuhan atas hidup kita.
Perencanaan Orang Percaya
June 23, 2017