Saudara, seperti pebisnis, demikian pula halnya dengan pembalap. Di Makassar ada tiga orang sekawan yang sudah akrab sekali satu sama lainnya. Mereka terkenal sebagai pembalap motor yang handal di kota mereka, minimal di kampung mereka. Nah, saudara, seperti halnya seorang pembalap, tentulah hobi mereka sehari-hari adalah berbalap-balapan ria. Seperti anak muda lainnya, ada gairah ketika mereka berhasil melakukan aksi salip-menyalip yang menegangkan dan berbahaya, namun bagi mereka membanggakan! Mereka mungkin berpikir bahwa mereka akan bisa menjadi pembalap profesional suatu hari nanti. Tetapi suatu hari salah satu di antara mereka, yang bernama Belok—saya serius saudara, namanya Belok! Sesuai dengan namanya dia memang sangat jago dalam hal belokan. Nah, kembali lagi, si Belok tersebut sedang mengitari belokan yang memang merupakan kebanggaannya. Dia melaju dengan kecepatan tinggi seperti biasanya, namun tidak disangka ada gundukan pasir yang mengenai rodanya pada saat belokan tersebut. Ban yang melaju dengan kecepatan tinggi tersebut harus melesat keluar dari jalur yang seharusnya. Tubuhnya terhentak dengan keras di tanah, namun yang lebih mengejutkan adalah suara klakson sebuah truk raksasa yang berada di hadapannya, kepalanya berhadapan pas dengan ban truk raksasa tersebut—kandaslah hidup orang yang masih muda itu, dengan kondisi yang mengenaskan. Saudara, dengan segala kehebatannya, siapa yang pernah menyangka?
Perencanaan Orang Percaya
June 23, 2017