Bisa saja saat ini kita bangga punya rumah. Tetapi, Allah menyebut rumah kita itu hanya sebagai kemah yang membuat kita tidak kerasan tinggal di dalamnya. Kita tetap merasa hampa, hati kita kosong karena tahta Allah tidak tinggal di sana. Kita merindukan sebuah rumah! Kita rindu untuk pulang…
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus. Dalam Yohanes 14 ayat 1 Tuhan Yesus mengungkapkan satu kebenaran bahwa ketika kita merindukan rumah yang sesungguhnya, kita menjadi gelisah. Dan selama masih tinggal di dunia ini, Saudara dan saya tidak akan mampu mengatasi kegelisahan itu. Dan ketika kita sedang berada dalam kegelisahan tersebut, Tuhan Yesus memberikan kepastian bahwa kita telah disediakan rumah di surga. Tuhan Yesus mengungkapkan bahwa “di rumah Bapa-Ku banyak tempat.” Itulah yang seharusnya membuat kita merasa tenang, tidak lagi perlu merasa gelisah dan khawatir. Bukankah ini merupakan suatu penghiburan yang luar biasa yang diberikan Tuhan Yesus kepada setiap kita orang percaya? Kapan pun kita dipanggil pulang, sudah ada jaminan bahwa kita akan memiliki rumah… tidak akan menjadi gelandangan. Kita akan menjadi anak-anak Allah yang tinggal dan diam bersama Allah sepanjang masa. Rumah kita yang sesungguhnya adalah surga.