Yang terakhir, Saudara… coba perhatikan bagian akhir dari ayat tersebut: “... supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” Ayat ini menunjukkan kepada kita suatu kebenaran bahwa orang-orang yang sudah dipanggil Tuhan, juga Saudara dan saya bila kelak dipanggil Tuhan, berada di surga. Mungkin Saudara ragu atau tidak percaya, apakah benar orang yang dipanggil Tuhan berada surga. Sebenarnya kepada kita telah diberikan tanda-tanda. Dalam Perjanjian Lama yaitu di Kitab Kejadian dan Kitab Bilangan mengungkapkan bahwa siapa pun yang meninggal—entah itu Abraham, Esau, Yakub, Harun, Musa—mereka dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. Demikian pula dalam Perjanjian Baru, kebenaran itu pun diungkapkan bahwa orang-orang yang sudah meninggal dikumpulkan dalam satu kumpulan orang percaya. Itulah mengapa dalam Pengakuan Iman Rasuli yang setiap Minggu kita ucapkan, kita mengakui adanya persekutuan orang kudus. Bahkan Saudara bisa membaca dalam Injil Lukas 9:33 ketika Tuhan melakukan transfigurasi di depan tiga orang murid-Nya, di sana Tuhan bersama-sama dengan Musa dan Elia. Semua itu menunjukkan bahwa leluhur-leluhur kita ada di sana. Dalam cerita tentang orang kaya dan Lazarus kita membaca, orang kaya itu mati dan masuk neraka sedangkan Lazarus mati dan masuk ke surga (Lukas 16:23). Lazarus duduk di pangkuan siapa? (Jemaat menjawab, “pangkuan Abraham”).
Pulang
April 23, 2019