Renungan Berjalan bersama Tuhan

Siapakah Sesamaku?

Namun di sisi lain, kita dapat melihat hakikat atau dasar dari pertanyaan yang pertama di atas: “Siapakah sesamaku manusia?” Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang sebenarnya sudah memisahkan antara manusia yang satu dan manusia yang lain; memisahkan antarciptaan Allah sendiri yang  sama-sama manusia. Manusia jelas berbeda dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Namun, jika manusia berbeda dengan sesamanya, maka pasti ada hal mendasar yang membedakan ciptaan Tuhan yang mulia itu. Marilah kita mendalaminya dengan kembali mencermati kebenaran firman Tuhan. Allah menciptakan manusia. Sebelum jatuh ke dalam dosa, manusia dapat mengetahui dan mengenal dengan jelas siapa sesamanya manusia. Adam dan Hawa tidak pernah merasa bingung dalam berelasi. Akan tetapi, setelah manusia tidak taat dan jatuh ke dalam dosa, hubungan antarmanusia terpisah. Mereka sudah tidak saling mengenal lagi. Mereka tidak dapat mengetahui siapakah sesamanya manusia. Buktinya? Pada saat Allah bertanya kepada Adam dan Hawa untuk meminta pertanggungjawaban mereka atas ikatan perjanjian yang dibuat antara Tuhan dan mereka, dengan tegas mereka saling menyalahkan. Karena pada saat itu mereka akan dihadapkan pada konsekuensi pelanggaran itu, yakni kematian! Mereka rela saling melempar tanggung jawab kematian itu, dan membiarkan salah seorang dari mereka menerima kematian itu. Adam menyalahkan Hawa dan Hawa menyalahkan ular! Dari sinilah tampak jelas bahwa manusia sudah tidak mengenal sesamanya, tepat seperti yang ditanyakan oleh ahli Taurat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *