Kedua, setelah mengatakan ‘engkau harus bangun’, Rasul Paulus mengatakan, ‘engkau harus berpakaian’. Ini berarti bahwa kita harus menanggalkan perbuatan-perbuatan lama… perbuatan-perbuatan kegelapan… perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan di mata Allah. Saudara bisa membayangkan nasihat ini dengan momen ketika Saudara bangun tidur. Setelah semalaman tidur, lalu pagi hari Saudara bangun… mungkin rambut saudara awut-awutan (berantakan-red). Wajah juga masih tidak karuh-karuhan, baju tidur sudah lusuh. Masak dalam keadaan seperti itu Saudara jalan-jalan di luar rumah padahal hari sudah siang? Paulus katakan, tanggalkan bajumu yang lusuh itu… berdandanlah… kenakanlah Tuhan Yesus Kristus. Rasul Paulus memberi gambaran bahwa Tuhan Yesus Kristus bagi orang percaya persis seperti pakaian. Pakaian itulah yang menjadi senjata dan benteng hidup kita. Ia mempersenjatai dan membentengi kita dari perbuatan-perbuatan jahat yang ingin menghancurkan kita. Di sini Paulus juga mengingatkan bahwa Yesus Kristus adalah pakaian terbaik bagi orang-orang percaya. Tanpa pakaian, kita telanjang. Karena itu Paulus mengingatkan kita untuk mengenakan Kristus agar kita pantas di hadapan Allah.
Sudahkah Kita Siap Sedia?
June 8, 2019