Ketiga, Allah harus menerima seluruh kemuliaan atas pemeliharaan-Nya melalui cara apa pun hal itu dihasilkan
“Bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah” (ayat 8).
Semua itu Allah yang melakukannya, bukan saudara-saudaranya. Mereka berencana menjual Yusuf ke Mesir supaya mimpi-mimpinya tidak menjadi kenyataan, tetapi melalui hal itu Allah justru berencana untuk menggenapinya. Inilah kasih karunia Tuhan. Seluruh kemuliaan hanya bagi Allah kita! Haleluya!
Kalau kita melihat kehidupan Yusuf dan juga kehidupan kita, rasanya hidup ini seperti ketapel. Ketika kayu pegangannya kuat dan tali yang ditarik semakin rendah, maka lemparan batu akan semakin melambung tinggi dan jauh. Semakin rendah titik dalam hidup, maka peluang untuk belajar dan introspeksi diri semakin luas. Ketika sudah melewati titik terendah, kita akan menjadi pribadi yang kuat, yang siap untuk melambung lebih tinggi dari sebelumnya. Melambung tinggi seperti Yusuf!