Kisah yang kurang lebih sama dapat kita temukan pada ayat Firman Tuhan diatas. Yao=itu sebuah kisah singkat tentang seorang gadis muda yang tidak hanya sekedar menjadi tawanan perang, namun juga menjadi pelayan di tempat tinggal musuhnya. Apa yang bisa diharapkan dari seorang gadis yang harus hidup sebagai tawanan perang dan menjadi seorang pelayan bagi panglima perang, yang adalah musuhnya? Tapi gadis yang tidak pernah disebutkan namanya tersebut tetap memelihara imannya pada Tuhan. Dia tetap memiliki citra diri yang benar. Tetap menjaga harga dirinya sebagai umat pilihan Tuhan. Hidup sebagai tawanan tidak membuatnya kehilangan harapan. Dia menjadi gadis yang bijak, yang sanggup mendapatkan hati tuannya, menjaga hidupnya dengan hati-hati dan menjauhi kejahatan. Menjaga perkataannya dari hal yang sia-sia bahkan menyampaikan kebenaran dengan meyakinkan. Sebab dia mempunyai pengetahuan tentang kebenaran yang diyakininya. Oleh dialah sang panglima perang akhirnya disembuhkan dari sakit kustanya melalui nabi Tuhan.
— Renungan —
Tawanan yang Menawan dan Tahanan yang Membebaskan
May 21, 2019