Khotbah Perjanjian Baru

The Miracle of Life Change

Nah, sekarang, bagaimana menerapkan proses perubahan ini dalam kehidupan kita, Saudara? Paulus sendiri memberikan contoh. Mari kita lihat contoh di ayat ke-28: Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

Mari kita perhatikan ayat ini. Siapa awalnya orang yang disebut sebagai contoh oleh Paulus dalam ayat ini? Ya, dia adalah pencuri, orang yang mencuri. Manusia lama dia adalah pencuri. Saya mengandaikan, orang seperti itu bisa kita beri nilai -10. Apa nasihat Paulus selanjutnya? Orang yang mencuri, tidak mencuri lagi. Posisi orang itu berubah dari nilai -10 menjadi 0. Saya mau tanya… orang ini sudah mengalami perubahan atau belum? (Jemaat menjawab, “Sudah.”). Sudah. Orang ini tadinya mencuri, sekarang tidak mencuri lagi. Ada perubahan. Walaupun sudah mengalami perubahan, apakah perubahan itu berhenti hanya sampai di situ? Tidak. Firman Tuhan katakan, “Engkau harus bekerja keras.” Orang ini mengalami perubahan lagi, bukan? Dari tidak mencuri menjadi bekerja. Nilainya dari nol menjadi +10. Berhenti hanya sampai di situ? Tidak. Mujizat perubahan itu terjadi lagi. Sudah bekerja itu sudah lebih bagus daripada tidak bekerja. Tetapi, firman Tuhan katakan, “Engkau harus bekerja dengan tanganmu sendiri.” Ini artinya bahwa engkau harus bekerja dengan keringatmu sendiri bukan dengan memeras orang lain. Sampai di sini ada perubahan lagi. Nilainya +20. Tuhan ternyata tidak berhenti hanya sampai di sini. Setelah engkau bekerja dengan tanganmu sendiri, engkau mendapat sesuatu (penghasilan). Nilainya jadi +30. Pendapatannya tidak dinikmati sendiri, tetapi juga dibagikan kepada orang yang berkekurangan. Nilainya +40. Bagian terakhir ini merupakan mujizat terbesar, Saudara. Bila Saudara melihat perubahan-perubahan ini hanya sebagai perubahan biasa, Saudara tidak akan bersyukur. Tetapi Paulus katakan, perubahan-perubahan itu adalah mujizat-mujizat yang terjadi. Dari orang yang tadinya mencuri berubah menjadi orang yang memberi. Ini mujizat, Saudara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *