Renungan Berjalan bersama Tuhan

Tuhan yang Memutuskan

Jadi, jelas bahwa manusia dalam kebebasannya pasti mempunyai banyak rancangan atau rencana di dalam hatinya. Hati merupakan pusat hidup manusia karena seluruh keinginan itu bersumber dari hati. Hati mempunyai banyak kemauan dan kehendak, maka apa saja yang diinginkan hati, langsung diperintahkan pada otak yang berfungsi untuk memikir dan membuat segala cara agar dapat mencapai apa yang diinginkan hati. Jadi, dalam hatinya, manusia pasti mempunyai banyak rencana, terlepas dari apakah rencana atau rancangan itu tercapai atau tidak. Sebagai contoh, seseorang mempunyai begitu banyak rencana dalam hidupnya, tetapi dalam realitasnya tidak sampai separuh dari rencananya itu terwujud. Apa yang dilakukan oleh orang itu? Bisa beberapa hal. Pertama, orang itu bisa menerima apa adanya karena memang rencana itu berada di luar kemampuannya. Kedua, ia mengalami frustrasi, hidupnya dijalani dengan penuh kemarahan, merasa tidak terima, gagal, dan hidup ini sia-sia. Apa yang dikatakan Amsal? “Tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Amsal kembali mengingatkan kita bahwa sekalipun kita mempunyai kebebasan dalam berencana, bahkan mampu mengembangkan rencana apa pun, manusia tetap mempunyai keterbatasan dalam berencana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *