Khotbah Perjanjian Lama

Perjalanan Bersama Allah

Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel, ular tembaga itu menjadi berhala bagi bangsa Israel, jimat menghadapi risiko, memberikan rasa aman dan kepastian, hingga dihancurkan oleh Raja Hizkia.

Padahal kita belajar bahwa perjalanan bersama Allah adalah soal menghadapi ketidaknyamanan dan ketidakpastian. Kita dipanggil bukan menuju jalan enak yang kita suka. Kita dipanggil menuju jalan berisiko yang tidak bisa dipastikan keamanannya. Kita akan dipanggil menuju tempat-tempat penuh risiko. Fransiskus dari Asisi pernah berkata bahwa tempat paling aman sesungguhnya berada di dalam pusat kehendak Allah.

Aman bukan karena nyaman,

melainkan karena keyakinan

bahwa Tuhan akan melindungi dan kita berada pada jalur-Nya.

Kita dipanggil untuk melayani orang-orang yang mungkin kita rasa enggan, orang-orang yang dikucilkan kebanyakan orang. Kemanakah kita mau memberi diri? Mungkin di tempat tergelap yang akan kita tujulah kehendak Allah menyata. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *