Khotbah Perjanjian Baru

Kehidupan dari Perspektif Pengkhotbah dan Yesus Kristus

Apakah sebabnya kita diperhadapkan pada kejujuran seorang penulis Alkitab yang seperti ini? Bukankah kita lebih suka memoles segala sesuatu supaya menjadi lebih indah? Itu memang kebiasaan dan kebudayaan kita. Suka memoles segala sesuatu supaya lebih indah, tentunya tidak salah. Tetapi ada hal yang krusial di balik kebiasaan kita yang selalu berkata “semuanya OK” kepada diri kita sendiri dan kepada orang lain ketika melihat kenyataan hidup yang tidak menyenangkan dan memang pahit ini. Pengkhotbah dengan sangat jujur dan realistis berkata bahwa dunia ini memang sudah terputar balik. Orang jahat mendapatkan apa yang layak diterima oleh orang benar dan orang benar mendapatkan apa yang layak diterima oleh orang jahat. Pengkhotbah bersikap jujur dengan perspektif ini karena ia tahu bahwa dengan kejujuran dan dengan keberanian menyampaikan apa yang terjadi, kita akan siap menghadapi realita. Jika kita melihat ketidaknyamanan dan kepahitan hidup ini dan menyembunyikannya, maka kita tidak akan pernah siap menghadapinya. Inilah bahaya yang terbesar dalam hidup manusia: mendustai diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *