Jika Allah berurusan dengan penderitaan secara faktual dan personal, maka bukankah ini adalah jaminan bahwa kita tidak pernah ditinggalkan seorang diri di dalam penderitaan dan pergumulan. Dia beserta kita. Dia mengerti dan peduli. Menemani dan menjadi teman berbagi. Namun, lebih dari itu, bersama-Nya kita melewati dan mengalahkan ekspresi tertinggi dari penderitaan, yakni kematian. Bersediakah kita percaya dalam nama yang telah mengalahkan kematian itu untuk mengalami kehidupan yang kekal itu?
Anak Allah yang Turut Menderita
March 9, 2018
Terima kasih banyak berkat