Mengapa Yesus, anak Allah, tergantung di atas kayu salib? Karena Yesus tidak ingin menghadapi penderitaan hanya sebagai fakta yang Dia ketahui. Yesus menghadapi penderitaan secara personal. Yesus bukan hanya tahu, tetapi Dia juga mengalami penderitaan sampai titik puncaknya, yakni kematian. Dia berurusan dengan penderitaan bukan hanya secara faktual, melainkan juga personal. Ketika manusia bertanya: di manakah Engkau ketika penderitaan terjadi? Yesus merentangkan tangan-Nya di atas kayu salib, merasakan paku yang menghunjam tangan dan kaki-Nya, seolah-olah Dia ingin berkata, “Aku di sini bersamamu. Di dalam penderitaan dan kematian.”
Anak Allah yang Turut Menderita
March 9, 2018
Terima kasih banyak berkat