Khotbah Perjanjian Baru, Khotbah Topikal

Ananias dan Safira: Disiplin Gereja

Mereka tahu bahwa hal itu sudah dinubuatkan oleh alkitab dengan perantaraan Daud (Mzm 2), maka penganiayaan dan ancaman itu pasti dan harus terjadi. Karena itu mereka taat kepada keputusan Allah dan minta keberanian untuk tetap terus memberitakan injil. Menyadari hal ini maka Iblis kemudian mengganti siasatnya dengan memakai Ananias dan Safira yang adalah “orang dalam” dengan maksud untuk menghancurkan gereja dari dalam. Kata yang dipakai oleh Petrus untuk menggambarkan peran Iblis dalam hati Ananias dan Safira adalah “pleroo” yang artinya sepenuhnya dikuasai, 100% dalam kontrol. Kata yang sama dipakai oleh Paulus dalam Efe 5:18 (penuh dengan Roh). Berarti benar-benar Ananias dan Safira adalah antek Iblis yang dikuasai sepenuhnya oleh Iblis yang dengan sengaja direncanakan dimasukkan ke dalam gereja untuk menghancurkan gereja dari dalam. Bayangkan kalau siasat ini berhasil. Ananias dan Safira akan punya kedudukan terhormat dalam gereja, barangkali sama seperti Barnabas. Dan kita tahu dari kelanjutan cerita dalam Kisah Para Rasul bahwa Barnabas adalah orang yang sangat berpengaruh dalam gereja mula-mula. Dialah yang merangkul dan memberi kesaksian akan pertobatan Paulus kepada para rasul (Kis 9:27) dan dia juga yang mengajak Paulus untuk menjadi misionari dari gereja Antiokhia (Kis 11:25). Kalau sampai antek Iblis itu punya pengaruh seperti Barnabas, bisa dibayangkan betapa berbahayanya mereka. Gereja yang baru berdiri pasti akan runtuh dirusak oleh mereka. Sebab itulah maka Allah membunuh mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *