“Suami saya berubah sejak ia dipecat dari pekerjaannya. Ia menjadi malas untuk melamar pekerjaan, tetapi rajin mendekati mantan sekretarisnya di kantor dulu. Belakangan saya tahu bahwa ia beberapa kali berselingkuh bersama sekretarisnya. Nah, bagaimana mungkin saya bisa menerima dan hidup bersama suami yang seperti ini?”
“Istri saya kini makin menjadi-jadi. Ia gesek seluruh kartu kreditnya sehingga utangnya menggunung. Ia harus lari dari penagih utang, dan meninggalkan saya dan anak-anak yang masih kecil. Bagaimana saya mengurusi istri yang semacam ini?”