Yusuf kini adalah pemimpin besar, dan saudara-saudaranya bukan siapa-siapa. Maka dari itu, ketakutanlah saudara-saudaranya itu ketika orangtua mereka meninggal. Mereka berkata, “Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya” (Kejadian 50:15). Saking takutnya, akhirnya mereka sujud di hadapan Yusuf sambil berkata, “Kami datang untuk menjadi budakmu” (Kejadian 50:18). Mereka menyadari bahwa balas dendam adalah hal yang biasa dilakukan oleh mereka yang merasa terluka. Bukankah demikian yang terjadi di dalam kehidupan kita?
Belajar Menerima Walau Terluka
September 1, 2017