Tatkala menjadi nabi Tuhan, Samuel menemukan ada sejumlah umat Israel yang meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala, yaitu Baal dan Asytoret. Nabi Samuel sudah melihat kondisi ini dan menyadari bahwa hanya dengan cara menyingkirkan berhala-berhala itulah umat Israel dapat kembali bersungguh-sungguh melayani Tuhan Yang Benar dan Hidup. Selain itu, saat itu umat Israel mendapat serangan bertubi-tubi dari bangsa Filistin, kedua anak imam Eli yang jahat mencemari Bait Allah dan menindas rakyat. Akibatnya, kehidupan rohani dan moral umat berada dalam masa kegelapan yang amat pekat. Dalam kondisi serupa inilah Tuhan membangunkan hamba-Nya, Samuel, menetapkannya sebagai imam (1 Samuel 2:35) untuk menyelamatkan umat Israel.
Beribadah Hanya kepada Tuhan
February 2, 2018