Dewasa ini tidak sedikit kita menjumpai orang-orang Kristen yang menyembah Tuhan hanya agar mereka bisa terlepas dari malapetaka dan segala sesuatu dalam kehidupan ini menjadi lancar. Motivasi ibadah serupa ini sungguh keliru! Allah adalah kasih, Dia menghendaki para penyembah-Nya datang beribadah kepada Dia dengan kerendahan hati, ketulusan, dan kasih. Selain beribadah kepada Tuhan dengan asal-asalan, penduduk Samaria juga menganut sinkretisme dalam kepercayaan mereka. Maka dari itu, tidaklah mengherankan bila orang-orang Yahudi pada zaman Tuhan Yesus tidak suka bergaul dengan orang Samaria. Efesus 5:5 berbunyi, “Orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala ….” Yudas Iskariot, seorang murid yang sudah melayani Tuhan selama beberapa tahun, namun mengapa ia justru mengakhiri hidupnya dengan cara yang tragis? Hal ini karena sesungguhnya Yudas sendiri belum mengalami kelahiran baru. Ia melayani Tuhan hanya untuk mendapatkan keuntungan pribadi—ia berharap agar Yesus segera menjadi raja sehingga ia bisa memperoleh jabatan sebagai menteri keuangan. Inilah ciri khas orang yang melayani atau beribadah kepada Tuhan dengan motivasi yang keliru, asal-asalan saja. Sering kali motivasi serupa ini secara tidak sadar juga kita miliki. Marilah kita mawas diri.
Beribadah Hanya kepada Tuhan
February 2, 2018