Allah memakai sarana mimpi karena masyarakat pada waktu itu percaya bahwa mimpi dapat memuat pesan-pesan khusus yang datang dari Sang Mahakuasa. Firman Tuhan berbicara, “Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu ” (Kejadian 28:12).
Yakub tidak saja menyaksikan kemuliaan Allah yang agung, tetapi juga janji Allah yang dinyatakan bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar. Meskipun janji tersebut pernah didengar dari ayah dan kakeknya, tetapi kali ini Allah sendiri menyatakan secara pribadi kepadanya. “Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: ‘Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.’ Ia takut dan berkata: ‘Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga’” (Kejadian 28:16-17).