Khotbah Perjanjian Baru

Bijak dalam Bertindak

Sekarang perhatikanlah… saya akan berperan sebagai orang tua yang buta. Saya sedang menyusuri jalan di malam yang gelap. Tangan kanan saya memegang sebatang tongkat kayu atau teken dan tangan kiri saya memegang lampu senter. Dengan sempoyongan saya berjalan. Dari arah berlawanan, saudara melihat sorot lampu senter yang bergoyang-goyang. Saudara mengira orang yang membawa lampu senter itu sakit atau mabuk. Tetapi sementara saudara makin mendekat, saudara menduga orang tua itu kelihatannya buta. Untuk memastikannya, saudara mendekati saya dan bertanya, “Pak, apakah Anda buta?” “Ya,” jawab saya. Saudara terheran-heran… orang buta kok pakai lampu senter, kan nggak ada gunanya? Supaya nggak penasaran, saudara bertanya lagi: “Kalau begitu, untuk apa bapak membawa lampu senter?” Dengan tersenyum saya menjawab: “Saya membawa lampu senter agar orang lain tidak tersandung karena saya.” Inilah gambaran tindakan bijak yang didasarkan pada kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *