Khotbah Perjanjian Lama

Bukan Sekadar Simbol

Dua ayat di atas dapat diringkas menjadi satu kalimat: keesaan dan keutamaan TUHAN merupakan pondasi bagi hubungan kerohanian yang benar. Tanpa mengetahui dan mengakui keesaan dan keutamaan TUHAN, kita tidak akan mau dan mampu mengasihi Dia dengan segala totalitas kehidupan kita. Kita tidak menyisakan apapun dalam upaya kita untuk mencintai Dia.

Kebenaran di atas seharusnya sudah ada dalam hati para orang tua sebelum mereka mengajarkan firman TUHAN kepada anak-anak mereka. Orang tua hanya bisa memberikan apa yang mereka sudah miliki. Jikalau orang tua sendiri tidak menganggap keesaan dan keutamaan TUHAN sebagai hal yang terpenting dalam kehidupan, bagaimana mereka dapat mengajar anak-anak mereka untuk melakukan sebaliknya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *