Pilatus tampil di hadapan orang banyak dengan harapan agar orang banyak bisa melancarkan keputusannya demi membebaskan Yesus Kristus. Sebuah catatan yang menarik di sini terdapat di dalam Matius 27:19, “Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: ‘Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.’” Bagi saya, sangat mungkin Pilatus dan istrinya sudah pernah mendiskusikan gugatan para pemuka Yahudi atas diri Yesus Kristus dalam minggu itu. Tidak tertutup kemungkinan pula, mereka sempat mendengar kisah di luar kota Yerusalem, baik itu tentang Yesus yang membangkitkan Lazarus, melakukan penyembuhan dan berbagai tanda ajaib. Termasuk pula kisah Yesus yang menguduskan Bait Allah via menunggangbalikkan meja pertukaran uang dan mengusir penjualan ternak dalam Bait Allah. Apa pun pengenalan pribadi istri Pilatus terhadap “Orang Benar itu”. Yang jelas “karena orang benar itu ia sangat menderita dalam mimpi tadi malam”. Matius tidak menjelaskan dari mana sumber mimpi istri Pilatus tersebut, namun dengan penegasan firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 2:23 bahwa segala hal terjadi seturut dengan apa yang ditentukan oleh Allah sendiri, maka jelas Allah bisa bekerja secara supranatural via mimpi, istri Pilatus bisa diyakinkan tentang ketidakbersalahan pribadi Yesus. Perasaan tersebut begitu menekan dirinya dalam mimpi tadi malam sehingga mendorongnya untuk segera mengirim pesan agar suaminya “jangan mencampuri perkara orang benar itu”. Sementara Pilatus mendengar pesan istrinya itu, para imam kepala justru menghasut orang banyak untuk menuntut pembebasan Barabas dan hukuman mati untuk Yesus. Kemudian Pilatus, sang wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka, “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Tanpa ragu, bahkan seperti terkomando, mereka serentak menjawab, “Barabas!” Berhubung Yesus telah dinyatakan tidak bersalah di bawah hukum Romawi, maka Pilatus sebagai wali negeri secara legal bisa segera membebaskan Yesus, sama seperti tuntutan pembebasan Barabas sesuai dengan hukum grasi Romawi. Namun, Pilatus sadar bahwa permintaan orang banyak agar Barabas dibebaskan bertujuan sebagai desakan agar Pilatus menjatuhkan hukuman atas diri Yesus. Tampaknya, dalam upaya akhir penegakan keadilan, Pilatus bertanya, “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Sekali lagi dengan serentak orang banyak berseru, “Ia harus disalibkan!”
Dunia Menolak yang Benar
February 3, 2018