Khotbah Perjanjian Lama

From Fear to Faith

Di tengah masa-masa berduka dan kehilangan yang berulang, di tengah ketakutan terhadap sedikitnya peluang mereka punya anak lagi karena usia mereka yang jelang 40 tahun,  di tengah pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab sampai hari ini, pasutri ini belajar untuk bersandar pada belas kasihan Tuhan.

Dalam sharingnya di medsos akhir bulan lalu, mereka menuliskan,

“Tidak ada yang kebetulan. Tidak ada kesalahan bagi Tuhan. Anak adalah pemberian Tuhan bukan hak yang harus kami klaim pada Tuhan. Dengan atau tanpa anak, kami belajar menikmatinya sebagai anugerah Tuhan bagi kami. Kami belajar menerima dan berdamai dengan realita yang Tuhan izinkan terjadi. Meski kami belum paham maksud Tuhan, Tuhan berdaulat, dan ini yang terbaik dari Tuhan.”

Sebagai manusia biasa, mereka masih memiliki ketakutan. Masih ada pertanyaan-pertanyaan tidak terjawab. Namun, mereka belajar tetap percaya kepada Tuhan. Keterbatasan diri menuntun mereka untuk terus bersandar pada Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *