Khotbah Perjanjian Lama

Hidup dalam Dunia yang Terbalik

Apakah Pengkhotbah mendorong atau mengajak kita untuk jadi oportunis yang mengambil keuntungan saja karena dunia ini memang seperti ini? Meskipun Pengkhotbah memaparkan dua potret ini, ia mengambil satu kesimpulan yang tegas di ayat ke-12-13, “Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lebih lama, namun aku tahu bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya. Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.” Kesimpulannya, Pengkhotbah tidak mengajak kita menjadi oportunis, tetapi mengajak kita untuk justru menjauhi kejahatan. Di ayat yang ke-13, ia katakan bahwa kejahatan itu seperti bayang-bayang yang kelihatan menyeramkan dan menakutkan, tetapi sebenarnya sebentar saja sirna. Dengan kata lain, kalau kita menjadi jahat seperti orang lain, menjadi licik seperti orang-orang di sekeliling kita, maka kita akan mengalami hal yang sama seperti mereka. Mereka kelihatannya kokoh, kelihatannya kuat, tetapi akan sirna seperti bayang-bayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *