Seorang Pengkhotbah bisa dibandingkan dengan seorang juru potret yang mengambil potret close-up dari kehidupan seseorang tanpa memasang filter lensa. Biasanya, kalau kita ingin diambil fotonya secara close-up, kita akan meminta agar difoto dengan filter lensa, supaya wajah kita bisa terlihat mulus dan halus. Kalau masih kurang halus, misalnya masih kelihatan bercak merah bekas jerawat di wajah kita, maka bisa hal itu bisa dimanipulasi dengan teknik digital melalui komputer. Hasilnya, lahirlah wajah yang jauh lebih indah daripada aslinya. Akan tetapi, Pengkhotbah bukanlah tukang potret yang seperti itu. Ia memotret kehidupan ini tanpa penyaring. Ia mengatakan, apa adanya kehidupan ini.
Hidup dalam Dunia yang Terbalik
May 17, 2017