Aplikasi
Saudara, itulah persoalan Petrus dan bukankah itu pula yang menjadi persoalan kita semua, hamba-hamba Tuhan yang terlibat dalam pelayanan Tuhan? Syukur kepada Tuhan! Meskipun Tuhan tahu orang macam apakah kita ini; meskipun Tuhan tahu bahwa kita hanyalah sumbu-sumbu yang berasap yang tidak lagi mampu menyala terang; meskipun Tuhan tahu bahwa kita hanyalah buluh-buluh yang telah terkulai yang tidak ada gunanya lagi selain dipatahkan dan dibuang, pengetahuan Tuhan itu tidak menurunkan keyakinan Tuhan bahwa kita masih dapat dipulihkan dan dapat menjadi seorang hamba yang baik. Karena itu Ia datang dan berkata, “Sumbu yang berasap tidak akan Kupadamkan, buluh yang terkulai tidak akan Ku-patahkan.”
Ia tidak memandang hina kekurangan-kekurangan kita. Ia tidak mencari seorang hamba yang sempurna, tetapi seorang hamba yang mau berpegang teguh pada kebenaran dan berusaha mewujudkannya dalam kehidupannya. Ia menghargai seorang hamba yang memiliki komitmen untuk hidup berintegritas dan yang rela ditegur oleh orang lain bila ia tidak bertindak konsisten dengan kebenaran itu.
Saudara, integritas dimulai dengan suatu kejujuran untuk mengakui kelemahan-kelemahan kita. Kemudian meminta Tuhan untuk menolong kita mengatasi kelemahan-kelemahan itu. Maka kasih karunia-Nya cukup untuk memampukan kita dalam mengatasi kelemahan-kelemahan itu dan mengubahnya menjadi tempat di mana kita selalu bersandar pada Tuhan.