Namun, kita harus ingat bahwa warisan itu akan kita terima bersama-sama dengan Kristus jika kita menderita bersama-sama dengan Kristus. Mengapa harus demikian? Supaya kita dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. Nah, inilah yang dinamakan Glory of Living. Inilah yang dinamakan kemuliaan kehidupan anak-anak Allah. Kemuliaan kehidupan ahli waris Kerajaan Allah. Waduh kok kemuliaan harus dilalui melalui penderitaan, nggak enak rek. Gitu, ya? Saudara, mari kita belajar saat ini karena saya percaya Allah ingin menyingkapkan setiap kemuliaan, setiap glory yang Dia taruh di dalam kehidupan Saudara sehingga kemuliaan itu nyata… sehingga ketika orang lain melihat Saudara, mereka melihat kemuliaan Allah ada di dalam hidup Saudara.
Saya akan memberikan suatu gambaran awal mengenai kemuliaan.
Ini adalah jeruk. Saya ingin bertanya mengenai kemuliaan jeruk. Menurut Saudara, sesungguhnya jeruk ini dinamakan jeruk karena apanya? Apakah karena warnanya? Atau mungkin karena kulitnya? Atau mungkin karena isinya? Isinya. Iya. Baik. Katakan bahwa kemuliaan buah jeruk ini karena isinya. Pertanyaannya, saat Saudara sudah mendapat isi jeruk ini, tapi belum merasakan buahnya, apakah Saudara sudah merasakan bahwa lho iki lho jeruk? Belum. Kemuliaan jeruk ini baru tampak keluar saat Saudara mengupasnya, mengunyahnya atau memerasnya, dan menikmati air jeruknya. Betul begitu? Ya. Sehingga saya bisa mengatakan bahwa kemuliaan jeruk itu ada pada airnya. Betul? Ya. Bukan pada daunnya, bukan pada kulitnya, tetapi air yang ada di dalam jeruk ini. Jadi, kemuliaan jeruk itu keluar saat dikunyah atau diperas.
Thx info ini…bisa dijadikan referensi lagi.